Minggu, 19 Agustus 2018

About Me


Hy guys, I’m Nuris 
I want to tell you about me, i live in twenty nine vilage more exact in metro utara subdistrict.
This while i feel not nice people, i always make my parent in difficulty. Maybe their not unfeel like that, but just decided. not just several but time after time. There is in my mind is how can i make their happy life and proud of me Proud with my performance, my succes, my result as long as my trip.
With various obstacle, i know this life be not our, and never lasting, all in this world only Allah have. In this life is Nothing impossble, as like song from justin bieber that impossible is nothing. If Allah says will it do, so definite it do.
i believe and i’m sure that a result certain  follow the  process. So, when i do everything is truly i certain be found good way from Allah is owner everything in this world.
Now i just needed, spirit and motivation for support to deal what is in ahead and coming soon. Just to prepare and until i’m ready to anything in there.
I’m so sorry if this writing is not good, because i’m not clever student about leanguage, especially english. Althought formerly i’m very like english, unkwon i true or false in the read, write or listen indeed in grammar and etc is connect with english.
Because my old dream is certain not materialized, then from that i begin get up from old dream go in the direction that is a new dream be succes people not to one way but there are still many method to achieve destination. With balance between pray and have high enthusiasm
Maybe just arive in here my short story or more exactly voice my heart about less my life hihi
Bye, nice to meet you guys, i hope i can meet you soon with good condition and high spirit  :*

Jumat, 24 Juni 2016

just story


Curhatan sang pengeluh

 

Seorang gadis cuek yang suka ceplas ceplos kalo bicara, tidak peduli apa kata orang di sekitar. Panggil saja dia arum, sejak kecil ia selalu mendapatkan apa yang ia inginkan, yah tentu saja, karna ia adalah anak pertama dari 3 bersaudara. Ia tak biasa hidup susah, susah disini maksutnya kekurangan apa yang dibutuhkan.  Yang dia tau hanya apa yang dia ingin, sekali ia berucap ya harus ada ntah pada saat itu juga ataupun besoknya, yang jelas ia tak mau menunggu lama dengan apa  yang ia inginkan.

Tapi kehidupan ini berbalik dengan apa yang ia tahu pada saat itu, tak semua yang ia mau  itu, di iya kan pula oleh Allah, ia juga harus tahu bahwa mencapai sesuatu itu harus melalui proses, dan proses itu tak sebentar, terkadang proses yang lama akan menghasilkan pencapaian yang maksimal pula. Hari demi hari arum lewati dengan penuh kemudahan dan sering kali mengeluh dengan keadaan ketika tak sesuai dengan apa yang ia rencanakan. saat itu ia berusia 13 tahun. Berarti ia baru menduduki bangku SMP. Kebetulan sekolah yang ia jalani itu tak jauh dengan rumahnya, dan sekaligus pekerjaan kedua orangtuanya di sekolah itu pula, buka guru atau apalah, melainkan sebagai tukang sapu atau staff yang di suruh-suruh ya karena ayahnya tak sekolah tinnggi hanya lulusan SMA.

Mungkin itu pekerjaan yang layak untuk beliau tekuni selama ini, awal ayahnya bekerja pada saat arum berumur 7 tahun, dan ibunya bekerja disana sebagai pedagang makanan di salah satu kantin yang terdapatdi sekolah itu dari 3 kantin yang berada disana. Arum layaknya ABG labil yang baru beranjak menuju pubertas yang memiliki sifat tempramen bahkan terkadang sifat kekanakan nya masih melekat. Beberapa minggu menjalani sekolah di smp itu, arum harus melalukan kewajibannya sebagai anak yang berbakti yakni membantu orang tuanya. Membantu melayani pembeli dan berangkat kesekolah lebih awal, sebelum teman-teman yang lainnya berangkat. Karna sebelum masuk ke kelas arum terlebiih dulu membereskan kantin. Setelah bel masuk arum pun baru memasuki kelas, dan belajar dengan seksama, setelah bel istirahat tiba arum hhhsegera ke kantin ibunya untuk makan atau jajan sekaligus membantu ibunya, dan mlayani orang-orang yang membeli di kantinnya tersebut.

Mungkin pada awalnya arum biasa-biasa saja, tapi lambat laun arum malu, dan merasa terbebani, meskipun arum tau bahwa perasaan seperti itu tak boleh ia rasakan karena bagaimanapun itu pekerjaan halal, dan dengan hasil itu arum bisa tumbuh dengan baik dan belajar dengan baik pula, tapi apa daya sebagai seorang manusia perasaan semacam itu pasti di rasakan.

hari berganti minggu minggu berganti bulan dan bulan berganti tahun, mau tidak mau arum sudah berada di kelas sembilan. Selama bersekolah di SMP tersebut tak banyak guru yang mengetahui bahwa arum adalah anak dari ayahnya yang  bekerja di smp itu.  Pada saat arum membantu di kantin ada guru yang melihat dan bertanya “loh jadi ini anak ibu to ? “ ibuku menjawab “ iya buk, hehe” tau gitu tak kasi nilai besar buk buk J, tak perlu seperti itu buk, beri saja dia nilai yang layak untuk dia dapatkan.

Dari percakapan mereka dapat disimpulkan bahwasannya orang tua sangat di pandang oleh guru2 disana, tanpa melihat aku layaknya murid biasa L, semester kedua telah terlewati, ujian pun di depan mata.

Masa sulit ujian telah terlewati, pendaftaran masuk SMA pun di mulai. Lagi-lagi arnum mengeluarkan kesombongannya, ingin mendaftar sekolah tanpa minta campur tangan orang tuanya, ia merasa bahwa dirinya mampu.ia ajak teman2nya untuk mendaftar bersamanya. 2 cabang sekolah yang ia masuki. SMA dekat dengan rumahnya dan SMA yang cukup jauh dari rumahnya.

Namun beberapa waktu saat pengumuman lolos tidaknya, ternyata ia tidak goal dalam sekolah yang ia daftari sama sekali. Kedua sekolah yang ia inginkan menolaknya. Padahal pada saat itu ayahnya memberikan tawaran, bahwasanya ayahnya mendapatkan kebijakan dari kepala sekolah yang telah bernegosiasi dengan lurah setempat untuk memberikan  satu kursi untuk anak2 dari stakeholder dalam SMP yang memang satu desa dengan SMA tersebut.

Namun arum dengan sifat buruknya, menghapus harapan nya sendiri. Menolak tawaran ayahnya. ia tak mau terlihat sedih di depan orang-orang yang ia sayangi. Ia berkata bahwasannya semua udah takdir dari Allah swt, masih banyak sekolah lain dan semua sekolah sama aja. Meskipun dalam hatinya ia sangat menyesal bahkan menangis tersedu.

Dengan raut wajah yang biasa saja ia menaiki motor besama dengan ibunya untuk mendaftar di sekolah swasta yang berlebel muhammadiyah. Tepatnya di jalan KH. Ahmad dahlan No. 1 metro pusat. Atau biasa disebut muha komplek, kenapa di sebut dengan komplek ? karena disana ada banyak tingkatan sekolah guys mulai dari TK hingga SMA.

Tanpa panjang lebar arum masuk sekolah itu, yah namanya bukan negri jadi, cara masuknya pun mudah. Jadwal sudah tertera pada hari senin ia memasuki kawasan sekolah untuk pertama kalinya untuk mengikuti fortasi ( MOS ), sedikit ragu dan tak yakin akan sekolah yang berada di depan pandangannya itu bagian SD nya waaaw keren. Bahkan bisa dibilang SD terbaik di metro, namun SMA nya. Hmm tak banyak orag yang tau mengenai keberadaan sekolah ini. Ngenes ^^

Namun arum tak mau memikirkan yang tak penting, yang ia butuhkan yakni sekolah. Setelah beberapa Langkah kakinya sampai di depan kelas tepatnya di gedung muha lantai 2, tanpa ia sadari ternyata banyak sekali teman dari satu SMP nya yang juga masuk SMA yang terbilang ga terkenal ini. Yah sedikit merasa lega hati si arnum karena ia tak sendiri.

*** 3 hari fortasi telah usai ia lalui, tindak lanjut dari fortasi membawa dampak baik terhadap murid baru termasuk arnum, disiplin, sopan , agamis, dan masih banyak lagi. Aadapun murid yng tidak menerima dampak baiknya, hanya beberapa karena tak semua sifat mereka bisa terkupas dari super bandel menjadi super alim.

Pada saat itulah waktunya kakak2 panitia fortasi memperkenalkan organisasi yang ada dalam sekolah ini. Di antara nya di bagian yang berperan penting dalam kemajuan sekolah ini yakni IPM ( ikatan pelajar muhammadiyah). Karena arnum merasakan dampak dari fortasi ia merasa bahwa organisasi mungkin menarik, ia pun mengambil blangko pendaftaran untuk bisa ikut organisasi tersebut. Karena disitu juga di sebutkan keunggulan2 dalam berorganisasi yang menambah ghiroh dalam berIPM lebih kuat. Arum memiliki teman yang cukup banyak dalam mendaftar IPM yang nantinya akan berteman dengannya baik dalam berakademisi di kelas maupun luar kelas. Yang ia temua ada sekitar 40 orang yang memiliki minat dalam berorganisasi.

Namuuun, menjadi seorang kader ( penerus ) IPM tidaklah cukup mudah hanya asal orang yang masuk dan hanya diam bahkan bermain-main saja. Itu semua butuh perjuangan, ada tahap-tahap yang harus dilewati : salah satunya PKDTM 1 (pelatihan Kader Dasar Taruna Melati 1), pelatihan yang harus di ikuti oleh calon kader sebelum mengemban amanah-amanah yang harus ia pertanggungjwabkan nantinya, pelatihan ini dilakukan selama 3 hari 2 malam, rangkaian kegiatannya diantaranya : mengikuti materi-materi yang telah di siapkan untuk di ikuti, makan solat mandi dan aktivitas lainnya yang harus dilakukan oleh individu dengan mandiri, disitu juga di ajarkan bagaimana disiplin pada waktu, pada ajaran islam, dan berbagai hal kecil hingga hal besar yang harus di benahi yang tanpa disadari pernah dilakukan.

Selama pelatihan berlangsung Arum merasa tegang, senang, lelah campur aduk rasanya, betapa tidak ? selama beberapa jam berturut-turut  peserta PKDTM di cekok i materi dengan duduk di kursi tanpa meja, bisa di bayangkan kan ? dan ketika makan harus makan dengan makanan seadanya tidak perduli apakah kita doyan / menyukai makanan tersebut atau tidak, ketika jalan sendal tidak boleh di seret dll. Acara terakhir yang paling ekstreme yaitu muhasabah, dimana pada suatu malam yang hening para peserta diberikan renungan mengenai hal-hal yang membuat mereka mendapatkan dosa, seperti membantah kedua orangtua, dan lainnya. Dan tidak hanya satu dari mereka meneteskan air mata bahkan ada pula yang sampai menangis tersedu-sedu.

Keesokan harinya rangkaian acara yang terakhir sebagai penutup, yaitu olahraga senam di lapangan kemudian dilanjutkan lari mengelilingi komplek.

Selesai sudah semua rangkaian kegiatan PKDTM. Saatnya para peserta pulang kerumah masing-masing, ada yang menunggu jemputan, ada yang jalan kaki ada pula yang naik sepeda.

To be continue

 

 

Sabtu, 09 April 2016

tidak tahu apa namanya :)



Kisah Oryza si padi dan si keong

Pada suatu hari, di pagi yang cerah ada seekor keong yang berjalan menyusuri rawa menuju tanaman yang suka di tempelinya,  sebut saja oryza atau si padi yang baru tumbuh beberapa minggu warnanya yang subur dan hijau, terhampar di persawahan. Si keong sangat menyukai tanaman yang subur nan segar ini.
Kemudian, si keong bertanya pada  oryza, “hai, za, aku gak papa kan nyantai di atas tubuhmu ?? “  oryza tidak menjawab apapun, dan hanya diam. Tidak lama kemudian, seorang petani datang untuk menengok tanaman padinya, ternyata ia melihat hewan penghambat pertumbuhan padinya, dan si keong pun di ambil lalu di lempar ke saluran air. Dengan mengomel si keong berkata : “ah, dasar pak tani, sayang nya Cuma sama padinya saja, dan tidak peduli dengan saya juga, masa keong yang kece ini di lempar begitu saja, awas kau ya, besok aku akan kembali lagi kesini”. Omelnya “
Keesokan harinya keong datang kembali, membawa banyak rombongannya karena keong juga ingin berbagi tempat yang bagus untuk di tempelinya bersama teman-temannya. Dan kali ini keong berhasil bermain dengan puas tanpa gangguan pak tani.  Lagi-lagi keong bertanya kepada si oryza, “za, tak bosan kau hanya menunduk saja? Semakin hari semakin berisi tubuhmu, dan kau tak pernah melihat ke atas, malah semakin menunduk. Tak bosan kah dirimu ? “ tanya si keong.
Padi tetap diam, dan memberikan senyum manis nya pada si keong, ‘’
"Wah za, tak ada kata lain ya ? selain senyum dan tersenyum? Bikin kesal saja. Asal kamu tau ya za, untuk apa kau terus hidup dann tumbuh jika pada akhirnya kau di cabut dan di buang begitu saja ? “ celoteh keong
Setelah lama keong tidak di tanggapi oleh si oryza, ia pun pergi bersama teman-temannya.
       Setelah sampai pada waktu nya oryza akan meninggalkan si keong, karena sudah saatnya oryza di panen oleh pak tani. Seperti biasa keong berada di jalan menuju si oryza, kemudian keong ingin bertanya kembali pada si oryza, “za, sebentar lagi kau akan di cabut dan kita tak bisa bertemu lagi ya ?” tanya si keong
Kali ini oryza menjawab semua pertanyaan dari si keong, “keong, memang sebentar lagi aku akan di panen oleh pak tani, maka dari itu aku akan menjawab semua pertanyaan dari mu. Awalnya aku juga berpikir kenapa aku hidup jika pada akhirnya aku di cabut dan mati. Namun, disitu aku tahu bahwa aku di tanam, hidup, dan tumbuh aku memiliki manfaat untuk para pak tani dan keluarganya dan semua orang yang ada di dunia ini. Jadi, semua celotehanmu tak pernah ku masukkan ke dalam hati dan aku hanya bisa tersenyum. Itulah jawabannya..
Selamat tinggal keong ...

Nah adik – adik dari kisah di atas, dapat kita contoh sifat dari si oryza ya.. kenapa ? karena kita sebagai manusia di tuntut untuk tidak sombong, semakin kita tahu berarti semakin kita pandai dan mengerti bahwa sombong itu tidak akan membawa kita ke jalan yang benar. kutipan terkait filosifi padi “ semakin berisi semakin merunduk” itulah padi. Kita juga barus seperti itu ya, meskipun kita tahu kita pandai kita tidak boleh riya’( pamer ) namun tetap selalu rendah hati. Dan sombong itu harus di hindari ya adik-adik.
Sekian kisah dari kakak, semoga bermanfaat yaaa...


Rabu, 04 Maret 2015

omong kosong :D



Rabu, 04 Maret 2015
Omong kosong :D

Guys, Menjadi manusia hebat tak semudah yang kita bayangkan loh yang  serta merta menjadi hebat begitu saja, Semua itu butuh perjuangan. Ketika kita melihat seseorang yang mungkin dimata kita sangat mudah menjalani hidup dan melewati semuanya dengan baik. Itu hanya persepsi kita saja dan pandangan yang sekedarnya saja tak memandang terlalu dalam. Karana menjadi hebat adalah bagaimana melewati proses yang ada di depan mata. Kemauan dan niat yang kuatlah yang memani serta tujuan lah yang menjadikan seseorang itu kuat untuk menjalani hidup. Tak jarang yang kita temui di media, di koran bahkan orang disekitar kita banyak yang menjadi hebat itu sebagian besar adalah orang yang tidak mampu secara financial, kenapa ??

Karena mereka yakin bahwa hidup tak selamanya datar, menerima dan usaha adalah jalan yang terbaik lah yang harus di lakukan.  Pernah denger si bahkan sering denger kata-kata “semua akan indah pada waktunya” . tapi itu bener, itu real semua pasti akan indah pada waktunya. Tapi real disini berlaku untuk orang-orang yang memang mau merubah takdir yang bisa dirubah. Dan tak berlaku untuk orang yang malas-malasan.

Soo, guys believe your self. Pada dasar nya tiap-tiap dari kita mampu merubah dunia meskipun melalui hal yang palling kecil yaitu perubahan diri kita sendiri. Berjuang melawan sifat yang kan membuat diri kita semakin terpuruk dan terancam punah kedepannya, menjadi seonggok manusia tak berguna, kalian semua pasti tau lah lima huruf “MALAS”

jadi,, yuk ah menjadi lebih baik lagi :D