Sabtu, 09 April 2016

tidak tahu apa namanya :)



Kisah Oryza si padi dan si keong

Pada suatu hari, di pagi yang cerah ada seekor keong yang berjalan menyusuri rawa menuju tanaman yang suka di tempelinya,  sebut saja oryza atau si padi yang baru tumbuh beberapa minggu warnanya yang subur dan hijau, terhampar di persawahan. Si keong sangat menyukai tanaman yang subur nan segar ini.
Kemudian, si keong bertanya pada  oryza, “hai, za, aku gak papa kan nyantai di atas tubuhmu ?? “  oryza tidak menjawab apapun, dan hanya diam. Tidak lama kemudian, seorang petani datang untuk menengok tanaman padinya, ternyata ia melihat hewan penghambat pertumbuhan padinya, dan si keong pun di ambil lalu di lempar ke saluran air. Dengan mengomel si keong berkata : “ah, dasar pak tani, sayang nya Cuma sama padinya saja, dan tidak peduli dengan saya juga, masa keong yang kece ini di lempar begitu saja, awas kau ya, besok aku akan kembali lagi kesini”. Omelnya “
Keesokan harinya keong datang kembali, membawa banyak rombongannya karena keong juga ingin berbagi tempat yang bagus untuk di tempelinya bersama teman-temannya. Dan kali ini keong berhasil bermain dengan puas tanpa gangguan pak tani.  Lagi-lagi keong bertanya kepada si oryza, “za, tak bosan kau hanya menunduk saja? Semakin hari semakin berisi tubuhmu, dan kau tak pernah melihat ke atas, malah semakin menunduk. Tak bosan kah dirimu ? “ tanya si keong.
Padi tetap diam, dan memberikan senyum manis nya pada si keong, ‘’
"Wah za, tak ada kata lain ya ? selain senyum dan tersenyum? Bikin kesal saja. Asal kamu tau ya za, untuk apa kau terus hidup dann tumbuh jika pada akhirnya kau di cabut dan di buang begitu saja ? “ celoteh keong
Setelah lama keong tidak di tanggapi oleh si oryza, ia pun pergi bersama teman-temannya.
       Setelah sampai pada waktu nya oryza akan meninggalkan si keong, karena sudah saatnya oryza di panen oleh pak tani. Seperti biasa keong berada di jalan menuju si oryza, kemudian keong ingin bertanya kembali pada si oryza, “za, sebentar lagi kau akan di cabut dan kita tak bisa bertemu lagi ya ?” tanya si keong
Kali ini oryza menjawab semua pertanyaan dari si keong, “keong, memang sebentar lagi aku akan di panen oleh pak tani, maka dari itu aku akan menjawab semua pertanyaan dari mu. Awalnya aku juga berpikir kenapa aku hidup jika pada akhirnya aku di cabut dan mati. Namun, disitu aku tahu bahwa aku di tanam, hidup, dan tumbuh aku memiliki manfaat untuk para pak tani dan keluarganya dan semua orang yang ada di dunia ini. Jadi, semua celotehanmu tak pernah ku masukkan ke dalam hati dan aku hanya bisa tersenyum. Itulah jawabannya..
Selamat tinggal keong ...

Nah adik – adik dari kisah di atas, dapat kita contoh sifat dari si oryza ya.. kenapa ? karena kita sebagai manusia di tuntut untuk tidak sombong, semakin kita tahu berarti semakin kita pandai dan mengerti bahwa sombong itu tidak akan membawa kita ke jalan yang benar. kutipan terkait filosifi padi “ semakin berisi semakin merunduk” itulah padi. Kita juga barus seperti itu ya, meskipun kita tahu kita pandai kita tidak boleh riya’( pamer ) namun tetap selalu rendah hati. Dan sombong itu harus di hindari ya adik-adik.
Sekian kisah dari kakak, semoga bermanfaat yaaa...


0 komentar:

Posting Komentar